Posting, 01 Pebruari 2013  by Admin   |
Comments 00
Posting, 10 Pebruari 2013  by Admin   |
Comments 00
PERANAN GURU DALAM MEWUJUDKAN AKTUALISASI  DIRI SISWA
Peranan Guru Sebagai Pendidik

          
Dalam bait syair lagu hymne guru tertulis kalimat engkau bagai pelita dalam kegelapan dan engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan. Penggalan dua syair lagu hymne guru diatas memiliki makna filosofis bahwa seorang guru harus mampu memberikan pencerahan kepada peserta didik ( siswa ) dalam menemukan kesulitan yang membatasi perkembangan potensinya, membantu menghilangkan hambatan itu untuk mencapai kemajuan dirinya. Dengan bantuan guru, siswa dapat mengembangkan kematang-an dirinya dalam berinteraksi dengan lingkungan hidupnya yaitu mengerti akan potensi dirinya, kehidupannya dan lingkungan dimana dia hidup. Dalam hubungan seperti itu maka hubungan antara guru dengan siswa diwarnai oleh penghargaan satu terhadap lainnya. Guru harus memandang siswa sebagai manusia yang terhormat bukan sebagai klien yang harus diajar yang seolah-olah karena posisinya harus menyesuaikan dengan keinginan dan nilai - nilai guru. Siswa sebagai manusia yang terhormat memiliki kafasitas berpikir yang kritikal dan reflektif, mempunyai keinginan dan kebutuhan yang ingin dipenuhi dan memiliki persoalan hidup yang mereka hadapi. Hubungan yang demikian membuat siswa merasa sejuk dan senang bila berhubungan dengan guru dalam suasana formal maupun non formal.  ............
Oleh Drs. SUTARTO, M.Si
SINOPSIS
KEHIDUPAN POLITIK SUATU  KERESIDENAN DI SUMATERA
TAPANULI 1915 - 1940
LANCE CASTLES

Diulas oleh Drs. SUTARTO, M.Si
           Buku ini membahas tentang kehidupan masyarakat Tapanuli periode tahun 1915 sampai 1940 yang menggunakan isu-isu sosial budaya, agama dan politik sebagai lensa analisisnya. Buku ini dibagi kedalam 9 bab. Bagian pertama membahas tentang diskursus Selayang pandang Tapanuli masa penjajahan, bagian kedua tentang Meningkatnya tekanan kolonial terhadap masyarakat Batak, bagian ketiga Tanggapan agama tradisonal baru; gerakan sekte, bagian keempat berisi tentang Tanggapan Islam, bagian kelima tentang tanggapan Kristen; Hatopan Kristen Batak, bagian keenam menguraikan Hubungan antar etnis, bagian ketujuh tentang Politik Harajoan  di Tapanuli Utara, bagian kedelapan tentang Pergerakan politik di Tapanuli Selatan, dan pada bagian kesembilan terakhir dari tulisan buku ini membahas tentang Kegagalan, Retrospeksi dan Prospek. Buku ini merupakan hasil penelitian etnografi yang bertujuan untuk menjelaskan sejarah suatu daerah di Indonesia dan penduduk yang bertempat tinggal di sana. Daerah tersebut termasuk dalam Keresidenana Tapanuli yang didiami etnis Batak. ....................
Selengkapnya
Selengkapnya